Moveon88 – Joan Laporta resmi mengundurkan diri sebagai presiden Barcelona untuk mencalonkan diri kembali, langkah yang memulai hitungan mundur 35 hari menuju pemilihan pada 15 Maret. Pengumuman pada Senin itu menandai fase transisi penting di Catalonia, ketika klub menegaskan bahwa keputusan diambil sesuai statuta dan estafet kepemimpinan sementara diserahkan kepada Wakil Presiden Rafa Yuste yang akan bertindak sebagai presiden selama tiga setengah bulan ke depan. Dengan demikian, mesin demokrasi klub yang dimiliki para anggota (socios) kembali berputar di saat proyek olahraga dan infrastruktur Barcelona berada pada babak krusial.
Laporta sebelumnya memenangkan pemilihan pada Maret 2021 dengan meraih 54 persen suara dan hampir lima tahun memimpin periode yang penuh gejolak sekaligus transformatif. Kini, sang pengacara berupaya merebut kembali mandat melalui pemungutan suara agar dapat kembali menjabat pada 1 Juli. Di bursa kandidat, ia secara luas dipandang sebagai favorit, terutama menghadapi rival lamanya, Victor Font, yang kembali maju membawa visi alternatif tentang tata kelola dan arah olahraga klub. Persaingan pun semakin semarak dengan keikutsertaan mantan eksekutif klub Xavier Vilajoana serta ekonom Marc Ciria, yang untuk pertama kalinya melemparkan topi ke arena pemilihan Barcelona.
Klub mengonfirmasi bahwa sekitar 100.000 anggota yang sudah dewasa dan setidaknya berstatus anggota selama satu tahun berhak memberikan suara. Untuk meningkatkan partisipasi, pemilihan kembali digelar di beberapa lokasi: fasilitas klub di Barcelona, tiga ibu kota provinsi Catalan lainnya—Girona, Tarragona, dan Lleida—serta di Andorra la Vella. Mekanisme multi-lokasi ini dimaksudkan memudahkan mobilitas pemilih tanpa mengorbankan integritas proses. Namun, pemungutan suara melalui pos yang pernah diterapkan secara luar biasa pada 2021 karena pandemi Covid-19 tidak akan diizinkan kali ini, meski sempat diminta oleh kandidat oposisi. Pada pemilihan 2021, lebih dari 20.000 dari total 55.000 suara masuk via pos—angka yang kala itu memecah hambatan partisipasi selama masa pembatasan kesehatan.
Latar belakang menuju pemilihan ini tidak bisa dilepaskan dari rangkaian dinamika yang mewarnai masa jabatan Laporta. Periode tersebut dibuka oleh kepergian Lionel Messi ke Paris Saint-Germain yang mengguncang fondasi emosional klub dan berubah menjadi simbol tantangan finansial serta restrukturisasi skuad. Di tengah badai itu, Barcelona bangkit untuk mempertahankan gelar La Liga dan Copa del Rey, sembari berupaya mengembalikan wibawa di Eropa—puncaknya semifinal Liga Champions tahun lalu yang menghidupkan kembali keyakinan bahwa tim ini kembali kompetitif di panggung tertinggi.
Saat ini, wajah baru proyek olahraga Barcelona tergambar pada kombinasi bakat muda dan tuntutan prestasi. Lamine Yamal, 18 tahun, produk murni La Masia, menjelma menjadi ikon generasi berikutnya yang perkembangannya kerap disaksikan Laporta dari tribun. Di pinggir lapangan, pelatih asal Jerman, Hansi Flick, menanamkan pendekatan menyerang yang memikat publik, menegaskan kembali identitas permainan progresif yang lama diidamkan para pendukung. Stabilitas visi inilah yang menjadikan kesinambungan proyek sebagai isu sentral kampanye, baik bagi petahana yang mundur untuk maju kembali maupun para penantangnya.
Di luar lapangan, klub menandai babak baru dengan kembalinya ke Camp Nou pada November setelah dua setengah tahun pengungsian untuk renovasi. Meski kapasitas masih terbatas dan pengerjaan tertunda dari jadwal, pulangnya tim ke rumah sejarah mereka menyalakan optimisme baru. Aura stadion, meski belum sepenuhnya sempurna, dianggap mampu menyuntikkan energi dan kedekatan emosional yang selama masa renovasi sulit direplikasi. Bagi para kandidat, memastikan kelancaran jadwal pembangunan, pembiayaan yang berkelanjutan, dan pemanfaatan komersial yang cerdas akan menjadi batu uji tata kelola jangka menengah.
Secara prosedural, pengunduran diri Laporta memisahkan peran kampanye dari fungsi eksekutif sehari-hari. Peran sementara Rafa Yuste ditujukan menjaga kesinambungan operasional tanpa mendistorsi arena kompetisi elektoral, menjaga setiap keputusan strategis tetap berada dalam koridor mandat yang jelas. Dalam beberapa pekan ke depan, garis besar program para kandidat akan diuji pada tiga poros utama: konsolidasi tim inti untuk mempertahankan daya saing domestik dan Eropa, pengelolaan finansial yang disiplin di tengah kebutuhan investasi, serta penguatan hubungan dengan anggota agar suara yang masuk benar-benar merefleksikan aspirasi kolektif.
Pemilihan multi-lokasi, tanpa opsi pos, menempatkan tanggung jawab partisipasi kembali ke mobilitas anggota. Barcelona berharap kebijakan ini—beriringan dengan penempatan TPS di berbagai kota kunci—mampu menghadirkan legitimasi kuat melalui tingkat partisipasi tinggi, sekaligus menjaga efisiensi logistik. Di tengah keterbatasan waktu 35 hari, kampanye akan berlangsung intens, dengan perdebatan seputar kesinambungan proyek olahraga, arah kebijakan perekrutan, promosi bakat akademi, dan komitmen menyelesaikan renovasi Camp Nou sebagai garis besar narasi.
Bagi Laporta, kartu rekam lima tahun terakhir menyajikan mozaik antara krisis dan kebangkitan: dari perpisahan dengan ikon terbesar klub, langkah-langkah penyeimbangan neraca, kebijakan regenerasi skuad, hingga kembali menyusun pijakan di kompetisi Eropa. Bagi penantangnya, celah untuk meyakinkan para anggota ada pada janji tata kelola yang lebih transparan, model bisnis yang tahan guncangan, dan rancangan olahraga yang memadukan pragmatisme dengan idealisme permainan indah—semuanya mengerucut pada satu tujuan: menjadikan Barcelona tidak sekadar stabil, tetapi kembali dominan.
Pada akhirnya, 15 Maret bukan sekadar tanggal pemungutan suara, melainkan momen penentu arah kapal besar bernama FC Barcelona. Dengan sekitar 100.000 anggota berhak pilih dan atmosfer optimisme yang kembali menyelimuti Camp Nou, hasil pemilihan ini akan mengikat janji dan akuntabilitas hingga beberapa tahun ke depan. Siapa pun yang terpilih pada akhirnya akan mewarisi tantangan besar sekaligus peluang historis: menuntaskan rekonstruksi stadion, menjaga daya saing di Eropa, dan memastikan bahwa api identitas Barcelona—perpaduan permainan menyerang, pembinaan talenta, dan kedekatan dengan anggota—terus menyala lebih terang.
Laporta Mundur untuk Maju Lagi: Barcelona Memasuki 35 Hari Penentuan Menuju Pemilihan 15 Maret Moveon88 – Joan Laporta resmi…
Diaz Mengamuk di Munich: Hat-trick Sensasional, Bayern Lumat Hoffenheim 5-1 dan Melejit Enam Poin di Puncak Moveon88 – Bayern…
Gyokeres Menggila di Emirates: Arsenal Mantap Sembilan Poin di Puncak, United Menanjak, Tottenham Kian Terpuruk Moveon88 – Arsenal mempertegas…
Carrick Minta MU Tak Gegabah Tunjuk Manajer Permanen, Fokus Stabilitas hingga Musim Berakhir Moveon88 – Michael Carrick menegaskan Manchester…