Moveon88 – Arsenal mempertegas ambisi gelar mereka dengan kemenangan telak 3-0 atas Sunderland yang membuat jarak di puncak klasemen Liga Premier melebar menjadi sembilan poin. Di Emirates yang berdenyut sejak menit awal, pasukan Mikel Arteta tampil sabar, disiplin, dan klinis. Setelah membombardir pertahanan tim tamu dengan pergerakan rapi antarlini, kebuntuan baru pecah di menit ke-42 ketika Martin Zubimendi melepaskan tembakan rendah yang melewati Robin Roefs di tiang dekat. Gol itu mengubah lanskap laga: Sunderland dipaksa keluar dari blok rendah mereka, sementara Arsenal semakin leluasa mengatur tempo. Babak kedua menjadi panggung Viktor Gyokeres. Penyerang Swedia itu memanfaatkan celah di belakang barisan belakang Sunderland, menyambar peluang pada menit ke-66 untuk menggandakan keunggulan, lalu menutup malam gemilang The Gunners dengan gol tambahan di waktu tambahan. Tanpa perlu permainan yang mencolok, Arsenal menunjukkan kedewasaan: menekan saat perlu, mengelola ritme ketika unggul, dan menjaga fokus untuk memastikan clean sheet.
Kemenangan ini kian merapikan narasi perburuan gelar Arsenal. Sejak terakhir kali mengangkat trofi di Piala FA 2020, mereka dikejar bayang-bayang penantian panjang untuk gelar liga—22 tahun lamanya. Luka lama dari beberapa musim sebagai runner-up, termasuk ketika keunggulan besar di puncak pada 2023 dan 2024 tergerus di tikungan akhir, tampak menjadi bahan bakar yang menumbuhkan ketahanan mental mereka musim ini. Momentum mereka juga disemen oleh keberhasilan menyingkirkan Chelsea di tengah pekan untuk mengamankan tiket final Piala Liga melawan Manchester City di Wembley pada 22 Maret. Dengan jarak sembilan poin, City di peringkat kedua bakal memasuki partai tandang ke Anfield melawan Liverpool pada Minggu dengan tekanan tinggi: terpeleset sedikit saja, selisihnya bisa terasa seperti jurang.
Di papan atas lain, Aston Villa di posisi ketiga juga tertinggal sembilan poin setelah hanya mampu membawa pulang satu angka dari lawatan ke markas Bournemouth. Villa sempat unggul ketika Morgan Rogers mengirim tembakan keras menukik ke sudut atas pada menit ke-22, namun kebangkitan tuan rumah lahir di paruh kedua. Rayan, penyerang muda asal Brasil, mencatat gol perdana di liga utama lewat penyelesaian presisi pada menit ke-55, mengamankan hasil imbang yang terasa pantas melihat keberanian Bournemouth mengimbangi duel fisik dan intensitas Villa selepas jeda.
Sorotan lain datang dari Old Trafford, tempat Manchester United memperpanjang start sempurna mereka bersama pelatih interim Michael Carrick menjadi empat kemenangan beruntun. Titik balik pertandingan hadir pada menit ke-29 saat kapten Tottenham, Cristian Romero, menerima kartu merah langsung setelah tekel keras yang menghantam pergelangan kaki Casemiro. Dengan satu pemain lebih, United memaksimalkan situasi. Skema sepak pojok yang terencana rapi dituntaskan Bryan Mbeumo pada menit ke-38 untuk membuka skor, sebelum Bruno Fernandes menyambar peluang jarak dekat pada menit ke-81 guna memastikan tiga poin. Kemenangan 2-0 ini mengakhiri delapan pertandingan tanpa kemenangan United atas Spurs dan mempertebal pijakan mereka di empat besar dalam perebutan tiket Liga Champions. Bagi Tottenham, kekalahan ini memperdalam krisis: posisi ke-14, hanya enam angka di atas zona merah, dan puasa kemenangan liga sepanjang 2026 kini membentang menjadi tujuh laga. Thomas Frank kembali diterpa seruan pemecatan. Ia mengakui momen krusial itu berawal dari kartu merah Romero—yang menurutnya berupaya merebut bola namun melanggar aturan—dan menyebut sang kapten telah meminta maaf di ruang ganti, namun pernyataan tersebut belum cukup meredakan sorotan tajam terhadap performa timnya.
Di London barat daya, Chelsea meneruskan kebangkitan bersama Liam Rosenior lewat kemenangan 3-1 atas tim juru kunci Wolves. Cole Palmer menjadi bintang dengan hat-trick di babak pertama. Penalti menit ke-13—setelah Matt Doherty melanggar Joao Pedro—dieksekusinya dingin untuk mengecoh Jose Sa. Dua puluh dua menit kemudian, Palmer kembali menaklukkan Sa dari titik putih usai dorongan ceroboh Yerson Mosquera terhadap Joao Pedro. Dan tiga menit berselang, pergerakan cerdas Palmer membuahkan gol ketiga via umpan tarik Marc Cucurella, memanfaatkan kepanikan lini belakang Wolves. Toluwalase Arokodare memperkecil ketertinggalan pada menit ke-54, namun laju The Blues tak terbendung. Rosenior menorehkan catatan istimewa: menjadi manajer Inggris kedua yang memenangi empat laga perdana Liga Premiernya, menyusul jejak Craig Shakespeare di Leicester.
Pertarungan di papan bawah tak kalah sengit. West Ham memetik kemenangan krusial 2-0 di markas Burnley, hasil yang sekaligus menambah derita tuan rumah. Start tajam The Hammers ditandai gol Crysencio Summerville pada menit ke-13, disusul tandukan atau sontekan efektif Valentin Castellanos pada menit ke-26 untuk mengunci keunggulan. Kemenangan ini menambah napas West Ham dalam misi menghindari degradasi, sementara tim asuhan Nuno Espirito Santo—yang berada di posisi ketiga dari bawah—masih terpaut tiga poin dari Nottingham Forest tepat di atas zona aman. Burnley sendiri, yang terpuruk di urutan kedua dari bawah, kian tercecer 11 poin dari zona selamat setelah melalui 16 pertandingan tanpa kemenangan. Kombinasi mental yang rapuh dan tumpulnya penyelesaian akhir membuat setiap kebobolan dini terasa seperti beban ganda bagi tim Vincent Kompany—dan pertandingan kali ini memperlihatkan pola serupa.
Di Craven Cottage, Everton menyegel kemenangan 2-1 atas Fulham dalam laga yang diwarnai dua gol bunuh diri. Tuan rumah unggul lebih dulu pada menit ke-18 ketika sapuan Vitaliy Mykolenko malah bergulir masuk ke gawang sendiri. The Toffees bangkit dan menyamakan kedudukan di menit ke-75 melalui tembakan Kiernan Dewsbury-Hall yang membelok dan mengecoh kiper. Puncak kekacauan terjadi di menit ke-83: dari situasi sepak pojok, Bernd Leno gagal menghalau bola dengan bersih dan tinjunya justru mengarahkan si kulit bundar ke gawangnya sendiri di bawah tekanan Jake O’Brien, membuat Everton pulang membawa tiga poin yang terasa masif dalam persaingan menghindari papan bawah.
Hasil-hasil ini menata ulang tensi di kedua ujung klasemen. Arsenal, dengan keunggulan sembilan poin, memaksa para pengejar menuntaskan setiap pekan dengan sempurna, dimulai dari tantangan besar Manchester City di Anfield. United menemukan ritme dan keyakinan di bawah Carrick, Chelsea terus memupuk kepercayaan diri bersama Rosenior, sementara Tottenham terjerembap dalam pertanyaan besar soal arah dan identitas. Di sisi lain, setiap poin menjadi emas bagi tim-tim yang bertarung keluar dari bayang-bayang degradasi. Dengan kalender yang kian menipis, setiap kesalahan kecil berpotensi menjadi bab penentu dalam kisah panjang musim ini—dan untuk saat ini, Arsenal menulisnya dengan tinta tebal.
Diaz Mengamuk di Munich: Hat-trick Sensasional, Bayern Lumat Hoffenheim 5-1 dan Melejit Enam Poin di Puncak Moveon88 – Bayern…
Gyokeres Menggila di Emirates: Arsenal Mantap Sembilan Poin di Puncak, United Menanjak, Tottenham Kian Terpuruk Moveon88 – Arsenal mempertegas…
Carrick Minta MU Tak Gegabah Tunjuk Manajer Permanen, Fokus Stabilitas hingga Musim Berakhir Moveon88 – Michael Carrick menegaskan Manchester…
Drama Piala Prancis: Lens Berpesta Gol, Endrick Bersinar Angkat Lyon ke Perempat Final Moveon88 – Malam Piala Prancis menghadirkan…