Moveon88 – Borussia Dortmund melangkah mantap di leg pertama babak play-off fase gugur Liga Champions setelah menundukkan Atalanta 2-0 di hadapan publik sendiri, dengan Serhou Guirassy menjadi tokoh utama berkat satu gol dan satu assist yang memisahkan kelas kedua tim. Malam yang sempat kacau oleh keterlambatan kedatangan tim tuan rumah—hingga memaksa kick-off mundur 15 menit—berubah menjadi panggung yang menegaskan ketenangan, ketajaman, dan kendali Dortmund dari awal sampai akhir, meski mereka hanya memiliki satu bek tengah murni yang siap tampil.
Dalam krisis personel di lini belakang, pelatih Niko Kovac mengambil keputusan berani. Waldemar Anton menjadi satu-satunya bek tengah yang diakui, sementara Luca Reggiani yang baru berusia 18 tahun mendapat kepercayaan untuk melakukan debut di level senior. Daftar cedera panjang—Nico Schlotterbeck, Niklas Suele, Emre Can, hingga Filippo Mane—membatasi pilihan, namun justru mengangkat tingkat fokus kolektif tim. Sementara itu, Atalanta datang tanpa gelandang kreatif Charles De Ketelaere yang absen karena cedera, kehilangan percikan ide di sepertiga akhir yang biasanya menyeimbangkan intensitas mereka.
Sejak peluit pertama, Dortmund tidak sekadar menenangkan tempo, tetapi mematahkan ritme lawan dengan pressing terukur dan peralihan cepat ke sisi sayap. Hanya butuh tiga menit bagi Guirassy untuk membuka skor, menyambut umpan silang Julian Ryerson dengan sundulan yang tegas dan presisi. Gerakan tanpa bola pemain Guinea itu—menyelinap dari punggung bek, mengambil posisi di ruang sempit, lalu meloncat lebih dulu—membuat pertahanan Atalanta terpaku sepersekian detik, cukup untuk menempatkan bola di luar jangkauan kiper dan menyulut kegembiraan di tribun.
Keunggulan cepat tidak mengendurkan kendali Dortmund. Mereka merawat bola dengan sabar, menjaga jarak antarlini rapat, membuat Atalanta kesulitan menemukan celah untuk progresi vertikal. Saat tim tamu berusaha mengalihkan permainan lewat sayap, tuan rumah menutup ruang crossing dan memaksa pilihan yang kurang ideal. Di momen ketika Atalanta mencoba menambah jumlah pemain di depan, Dortmund cerdik memotong umpan antar-lini dan membangun serangan balik terstruktur, bukannya sekadar mengandalkan sprint. Ketika jeda mendekat, Dortmund menggandakan keunggulan mereka dengan skema yang sama efisiennya: Guirassy melenggang ke area lebar, mengeksekusi umpan silang mendatar yang tajam di muka gawang, dan Maximilian Beier datang tepat waktu untuk menuntaskannya. Sebuah gol yang memperlihatkan sinkronisasi pergerakan, kejelian membaca ruang, dan kualitas umpan silang yang menusuk.
Memasuki babak kedua, laga menjadi soal pengelolaan energi dan emosi. Dortmund tidak lagi mengejar gol berikutnya dengan tempo membabi buta; mereka menutup jalur tengah, mencetak garis pertahanan yang kompak, dan memilih momen untuk menekan. Atalanta menaikkan garis tekanan untuk mengejar gol tandang, namun inisiatif mereka kerap kandas pada disiplin posisi gelandang Dortmund yang sabar memotong alur dan memaksa tembakan jarak jauh yang relatif aman. Minimnya koordinasi lini depan tim tamu—yang kehilangan koneksi antarpemain akibat absennya De Ketelaere—membuat sejumlah peluang berakhir setengah matang, sementara transisi Dortmund tetap mengancam meski tidak lagi meletup dengan intensitas yang sama seperti di babak pertama.
Guirassy menjadi poros produktivitas dan referensi serangan sepanjang malam. Setelah paceklik panjang, ledakan lima gol dalam tiga laga sebelumnya mengembalikan rasa lapar yang terlihat jelas pada setiap pergerakan dan pengambilan keputusannya. Dari memenangkan duel udara, memantulkan bola untuk rekan, hingga cerdas melebar menarik bek keluar posisi, kontribusinya menetes ke seluruh bangunan permainan Dortmund. Ryerson layak mendapat kredit atas kualitas pengantarnya di gol pertama, sementara Beier menunjukkan insting predator yang bersih dan efisien untuk menuntaskan peluang kedua. Di belakang mereka, keberanian Reggiani pada laga perdana senior dibingkai disiplin struktural yang membuatnya terlindungi, sementara Anton menjadi jangkar yang menenangkan di jantung pertahanan.
Atalanta sesekali menemukan ruang di area setengah, tetapi kurangnya kecepatan sirkulasi dan final pass membuat mereka gagal menguji kiper Dortmund lebih sering. Upaya mengirim banyak pemain ke kotak penalti juga kerap dipatahkan oleh placement bek sayap tuan rumah dan kepadatan di garis kedua. Seiring waktu bergulir, Dortmund semakin nyaman mengatur jarak, memainkan tempo, dan meredam intensitas, memastikan dua gol di babak pertama cukup untuk mengantar mereka ke Italia dengan keunggulan agregat yang berharga.
Kemenangan ini memperpanjang laju positif Dortmund—enam kemenangan beruntun di Bundesliga menjadi fondasi kepercayaan diri—dan memberi modal psikologis kuat jelang leg kedua. Mereka menunjukkan bahwa krisis personel bukan alasan untuk kehilangan kendali; justru jadi pemantik kohesi dan kedisiplinan. Di sisi lain, Atalanta harus mencari jawaban cepat: merapikan struktur pertahanan yang beberapa kali terbuka oleh pergerakan tanpa bola Guirassy, memulihkan koneksi lini serang, serta berharap hadirnya kembali kreativitas yang hilang tanpa De Ketelaere. Dengan pertaruhan besar menanti—pemenang duel ini akan berjumpa Arsenal atau Bayern Munich di babak 16 besar, dua tim yang masing-masing finis pertama dan kedua pada fase liga—margin kesalahan di leg kedua akan semakin tipis.
Pada akhirnya, malam di Signal Iduna Park menegaskan narasi sederhana: ketika organisasi permainan selaras dengan kualitas individu yang tajam, hasil besar bisa lahir dari momen-momen kecil yang dieksekusi sempurna. Sundulan awal Guirassy membuka pintu, umpan silangnya sebelum jeda mengunci keunggulan, dan disiplin menyeluruh di babak kedua menjaga semuanya tetap aman. Dortmund telah menempatkan satu kaki di ambang kelolosan, namun tugas penegasan masih menanti di Italia—dan performa seperti ini memberi alasan kuat untuk percaya mereka siap menyelesaikannya.
Guirassy Menyala di Signal Iduna Park: Dortmund Jinakkan Atalanta 2-0, Modal Besar Jelang Tandang ke Italia Moveon88 – Borussia…
Dua Kali Menerpa Tiang, Ambruk di Menit Akhir: Girona Balikkan Keadaan 2-1 atas Barcelona, Madrid Mantap di Puncak Moveon88…
Kisah Piala FA Kian Memanas: Wrexham Lanjutkan Dongeng dengan Menyingkirkan Ipswich, Chelsea Mengamuk di Markas Hull Moveon88 – Wrexham…
Arsenal Tergelincir di London Barat: Hasil 1-1 vs Brentford Buka Pintu Perburuan Gelar bagi Man City Moveon88 – Arsenal…