Moveon88 – Manchester City kembali menyempitkan jarak dalam perburuan gelar Liga Premier dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Fulham, hasil yang memangkas selisih di puncak klasemen menjadi tiga poin dan menambah intensitas tekanan kepada pemimpin sementara, Arsenal. Di hadapan publik yang menuntut konsistensi, pasukan Pep Guardiola tampil efektif sejak awal, menyelesaikan pekerjaan sebelum turun minum dan memperpanjang rekor luar biasa mereka menjadi 20 kemenangan beruntun atas Fulham di semua kompetisi.
Guardiola datang ke laga ini dengan satu misi jelas: mencari obat atas penurunan intensitas timnya di babak kedua yang dalam beberapa pekan terakhir kerap menggerogoti poin berharga. Jawabannya muncul dalam 45 menit pertama yang rapi, terstruktur, dan tanpa ampun. City mengubah dominasi menjadi produktivitas, mencetak tiga gol hanya dalam kurun 15 menit, sebuah rentetan yang meruntuhkan rencana bertahan Fulham dan mengunci ritme pertandingan sepenuhnya di genggaman mereka.
Antoine Semenyo, salah satu rekrutan Januari yang langsung memberi dampak, membuka keunggulan lewat situasi yang berawal dari pergerakan Matheus Nunes di sisi sayap. Umpan silang Nunes dibelokkan secara tidak sengaja oleh Sander Berge ke arah gawang sendiri, membuat pertahanan Fulham terkejut dan kiper Bernd Leno tak berkutik. Gol itu bukan sekadar pembuka, melainkan juga gambaran agresivitas dan ketajaman baru City di sepertiga akhir. Tak butuh waktu lama, Semenyo kembali terlibat signifikan dengan menjadi penyumbang assist untuk Nico O’Reilly. Dalam sebuah serangan balik kilat yang terstruktur, O’Reilly menunjukkan ketenangan di momen krusial dengan melambungkan bola melewati Leno, penyelesaian yang dingin dan klinis untuk menggandakan keunggulan.
Erling Haaland kemudian menutup rangkaian babak pertama dengan cara yang menegaskan kapasitasnya sebagai juru gedor utama. Penyerang Norwegia itu melepaskan tembakan keras mendatar dari luar kotak penalti pada menit ke-39, mengarah tepat ke sudut bawah gawang untuk mengukir gol non-penalti pertamanya di liga sejak 20 Desember. Gol ini terasa penting bukan hanya bagi papan skor, melainkan juga bagi psikologi sang penyerang, yang sebelumnya hanya mencatat satu gol dari permainan terbuka dalam 13 laga. Rangkaian ini mengonfirmasi bahwa City tidak sekadar unggul di penguasaan bola, tetapi juga tajam mengkonversi momen krusial menjadi angka.
Kemenangan ini juga berdiri di atas momentum emosional dari akhir pekan sebelumnya, ketika City membalikkan keadaan di menit-menit akhir untuk menekuk Liverpool 2-1 di Anfield—kemenangan liga pertama di markas tersebut di hadapan penonton sejak 2003—dengan Haaland sempat tetap tenang mengeksekusi penalti pada laga itu. Di hadapan Fulham, setelah misi babak pertama tuntas, Guardiola memilih mengelola tenaga dan ritme dengan menarik Haaland di paruh kedua dan memasukkan Omar Marmoush. Keputusan ini menegaskan fokus City pada maraton musim, menjaga kesegaran skuat tanpa kehilangan kendali pertandingan.
Satu faktor lain yang menonjol dalam kebangkitan City adalah dampak langsung dari aktivitas bursa Januari. Semenyo memberikan variasi ancaman di lini depan, sementara kehadiran Marc Guehi menambah ketangguhan struktural di belakang. Kombinasi ini—daya dobrak yang lebih berani dan barikade yang lebih rapi—menciptakan fondasi baru bagi City untuk menyerang dan bertahan dengan intensitas yang seimbang. Terlihat jelas bagaimana koordinasi antarlini bekerja lebih mulus: transisi yang cepat, penempatan posisi yang terukur, dan eksekusi akhir yang lebih tajam.
Meski demikian, cerita lama tentang turunnya intensitas City di babak kedua sempat kembali nampak. Tempo menurun, sirkulasi bola lebih banyak diarahkan untuk mengontrol tempo dibanding terus menekan. Bedanya, kali ini tidak ada konsekuensi. Fulham—yang pada pertemuan Desember sempat hampir membalikkan keadaan dari 5-1 menjadi 5-4 dalam laga mendebarkan—tidak memiliki ruang atau momen yang cukup untuk memaksa City membayar mahal. Struktur pertahanan City lebih disiplin, kesalahan individual diminimalkan, dan manajemen pertandingan berjalan sesuai rencana.
Di sisi klasemen, hasil ini mengencangkan ikatan persaingan di puncak. Arsenal masih memegang kendali dan berpeluang kembali memperlebar jarak menjadi enam poin saat bertandang ke markas Brentford yang tengah percaya diri. Namun, fakta bahwa keunggulan The Gunners terpangkas dari sembilan poin menjadi tiga dalam empat hari memberi dorongan psikologis besar bagi City. Harapan untuk menggagalkan ambisi Arsenal meraih gelar liga pertama dalam 22 tahun kembali menyala, dan setiap pekan kini terasa seperti final mini dengan margin kesalahan yang kian menipis.
Guardiola akan tetap waspada terhadap pola babak kedua yang cenderung menurun, tetapi kemenangan klinis ini menunjukkan bahwa City mampu menyederhanakan pertandingan ketika dibutuhkan: mencetak lebih dulu, menekan saat momentum hadir, lalu mengunci laga dengan kontrol. Pada akhirnya, malam yang tenang melawan Fulham menghadirkan dampak yang bising di puncak klasemen. City merapat, Arsenal merasa hembusan napas di tengkuk mereka, dan perburuan gelar bergerak menuju babak penentuan dengan tensi yang terus meningkat.
Kisah Piala FA Kian Memanas: Wrexham Lanjutkan Dongeng dengan Menyingkirkan Ipswich, Chelsea Mengamuk di Markas Hull Moveon88 – Wrexham…
Arsenal Tergelincir di London Barat: Hasil 1-1 vs Brentford Buka Pintu Perburuan Gelar bagi Man City Moveon88 – Arsenal…
Rekor Abadi di Villa Park: James Milner Samai 653 Laga Liga Premier, Selangkah Menuju Sejarah Moveon88 – Gelandang Brighton,…
City Kian Dekat: Lumat Fulham 3-0, Tekanan ke Arsenal Makin Mengguncang Moveon88 – Manchester City kembali menyempitkan jarak dalam…