Moveon88 — Masalah lama Manchester City kembali mencuat saat mereka menelan kekalahan memalukan 2-0 di kandang sendiri dari Tottenham Hotspur pada Sabtu (23/08/2025), memunculkan pertanyaan besar tentang upaya tim asuhan Pep Guardiola untuk merebut kembali gelar Liga Premier. Brennan Johnson dan Joao Palhinha mencetak gol bagi sang juara Liga Europa tepat sebelum turun minum, membawa Spurs memuncaki klasemen dan menandai awal yang sempurna bagi Thomas Frank setelah dua pertandingan liga.
Setelah rangkaian empat gelar berturut-turut yang berakhir musim lalu dan finis di peringkat ketiga, City sempat menampilkan performa menjanjikan dengan kemenangan 4-0 atas Wolves di pekan pembuka. Namun rapor pertahanan yang belum tuntas kembali terlihat jelas di Etihad, sementara Guardiola menghadapi dilema siapa yang pantas menjadi kiper utama usai penampilan yang sulit dilupakan dari James Trafford. Trafford tetap dipercaya menjaga gawang meski Ederson sudah pulih, dengan kabar bahwa kiper Brasil itu nyaris bergabung dengan Galatasaray yang bisa membuka jalan bagi kedatangan Gianluigi Donnarumma dari Paris Saint-Germain — transfer yang pada akhirnya tak rampung sebelum penutupan bursa dan kembali menghantui City.
Dalam 13 pertemuan terakhir di Liga Primer, City hanya meraih empat kemenangan atas Tottenham meski Spurs sempat beberapa kali berganti pelatih. Thomas Frank, pelatih terbaru Spurs, menunjukkan pengaruh positif: timnya hampir menyingkirkan PSG di Piala Super UEFA sebelum kalah lewat adu penalti, dan kini mengantongi enam poin dari dua laga pembuka tanpa kebobolan.
Di laga ini City melakukan dua perubahan dengan kembalinya Omar Marmoush, sementara Rodri — disebut-sebut sebagai peraih Ballon d’Or — harus menempati bangku cadangan. Marmoush sempat melepaskan tembakan yang melintasi gawang dan kemudian digagalkan kiper Guglielmo Vicario, jadi peluang terbaik City sebelum kebobolan. Garis pertahanan tinggi City, yang juga mudah terekspos saat kalah dari Al-Hilal di Piala Dunia Antarklub bulan lalu, kembali menjadi celah yang dimanfaatkan Spurs.
Gol pertama lahir pada menit ke-35 melalui kombinasi Mohammed Kudus, Richarlison, dan Brennan Johnson yang menyelesaikan peluang setelah VAR mengesahkan situasi onside akibat slip Ruben Dias. City terlihat kehilangan ritme hingga akhir babak pertama. Trafford sempat beruntung ketika memblok tendangan Kudus usai keluar dari kotak, namun blunder lain kemudian membuat posisinya goyah: umpannya ke dalam kotak yang ditujukan ke Nico Gonzalez disergap Pape Mate Sarr, dan meski Trafford menggagalkan tembakan Richarlison, Palhinha menyambar bola muntah untuk menggandakan keunggulan Spurs.
Erling Haaland punya kesempatan memperkecil ketertinggalan di masa injury time babak pertama, namun sundulannya melambung, menutup babak pertama yang berat bagi penyerang Norwegia tersebut. Di babak kedua, peluang-peluang City kembali terbuang, termasuk umpan Haaland yang terlalu keras kepada Rayan Cherki ketika peluang bisa dimaksimalkan. Spurs nyaris menambah derita City lewat serangan balik, namun Trafford melakukan dua penyelamatan gemilang pada menit-menit akhir untuk menggagalkan peluang Dominic Solanke dan Wilson Odobert yang sempat mengancam.
Kekalahan ini menegaskan masalah lama yang belum tuntas di tubuh City: defensif yang rapuh, keputusan kiper utama yang belum final, dan transfer yang tak ke mana-mana sebelum bursa ditutup. Guardiola kini menghadapi pekerjaan rumah besar agar pasukannya bisa kembali diperhitungkan dalam perburuan gelar musim ini.
Badai Bola Mati di Emirates: Arsenal Tekuk Chelsea 10 Pemain, Asa Juara Makin Menggelegak Moveon88 – Arsenal memenangi lagi-lagi…
Tegas Melawan Rasisme: Benfica Skors Lima Suporter Usai Insiden Vinicius Junior, Laga Sempat Terhenti 10 Menit dan Madrid Melaju …
Penalti Samardzic Sahkan Kebangkitan Atalanta, Singkirkan Dortmund 4-1 dan Lolos ke 16 Besar Moveon88 – Atalanta menulis salah satu…
Tancap Gas ke Eropa: Newcastle Perkasa ke 16 Besar Liga Champions dengan Agregat 9-3 Moveon88 – Newcastle United mengukuhkan…