#Moveon88 – Hari Kamis dini hari WIB (1/5/2025), di Stadion Olimpiade Lluis, Barcelona mengalahkan Inter Milan dengan hasil akhir 3-3 dalam pertandingan leg satu semifinal Liga Champions. Inter unggul tiga kali berkat gol Marcus Thuram dan brace Denzel Dumfries.
Namun, Barcelona memberikan perlawanan dengan gol Lamine Yamal, Ferran Torres, dan Yann Sommer. Hasilnya, kedua tim masih sangat bersaing. Sebaliknya, Inter memiliki sedikit keuntungan karena mereka akan bermain leg kedua di kandang mereka pada hari Rabu pekan depan.
Inter mencetak skor cepat ke gawang Wojciech Szczesny dalam waktu kurang dari dari 1 menit, atau hanya 30 detik. Thuram mengambil umpan silang rendah dari Dumfries di depan gawang Inter dengan tumitnya, yang kemudian masuk ke gawang.
Di menit 11’, Ferran Torres hamper membuat skor baru dengan melakukan tendangan rendah dari kotak penalti, namun bola sedikit keluar sisi gaawang inter milan. Di menit 21’, Inter membuat keunggulan mereka lebih jauh menjadi 2-0. Setelah tendangan pojok, Dumfries membuat gol cantik.
Dalam menit ke 24, Barcelona memperkecil keunggulan mereka menjadi 1-2. Yamal melakukan aksi individu melewati beberapa pemain Inter sebelum menembak bola terukur ke tiang jauh, menghentikan Yann Sommer.
Ketika menit 30′, Dani Olmo tidak berhasil memanfaatkan peluang menyamakan skor. Bola tembakan Olmo tepat mengenai Sommer saat dirinya telah lepas dari kawalan lawan.
Tetapi pada menit ke-38, Barcelona membuat kedudukan mereka seri menjadi 2-2. Torres menyambar bola dari umpan Raphinha ke mulut gawang Inter. Sampai turun minum, skor tetap 2-2 walaupun Inter terus ditahan oleh Barcelona.
Di awal babak kedua, Barca memainkan permainan cepat, namun Inter merubah strategi dengan melakukan komposisi bertahan dengan menunggu peluang untuk melakukan serangan balik.
Inter kembali memimpin pertandingan pada menit ke-63 babak kedua. Sesudah memanfaatkan sepak pojok, Dumfries mencetak keduanya dari heading di kotak penalti, menghasilkan kemenangan bagi Inter dengan skor 3-2.
Pada menit ke-65, tendangan keras Raphinha dari luar kotak penalti berhasil di hadang Sommer namun bola memantur ke arah gawang sehingga menciptakan gol bunuh diri dan membuat Barcelona menyamakan kedudukan menjadi 3-3.
Henrikh Mkhitaryan mencetak gol lagi untuk Inter pada menit ke-75, tetapi gol tersebut tidak disahkan karena dianggap offside.
Pada menit ke-88, Yamal hampir mencetak gol luar biasa lagi. Dia melepaskan umpan silang ke Raphinha, tetapi bola malah membentur mistar gawang Inter. Meskipun Barcelona terus menyerang untuk mencetak gol kemenangan di waktu yang tersisa, pertandingan berakhir dengan skor 3-3.
Ini merupakan hasil seri yang terbesar di leg pertama champions league sejak terkakhir hasil imbang Dynamo Kyiv vs Munchen tahun 1998-99 dengan hasil skor 3-3.
Ketiga kalinya Inter tidak berhasil membuat kemenangan di Liga Champions setelah memimpin lebih dari 2 gol. Setelah kalah 3-2 dari Borussia Dortmund di bulan November 2019 dan bermain seri 3-3 dengan Benfica di bulan April 2023, ini adalah ketiga kalinya mereka gagal memenangkan pertandingan.
Lamine Yamal, pemain sisi Barcelona, menjadi pemain termudah kedua yang mencetak gol di babak 16 besar Liga Champions setelah Kylian Mbappe untuk AS Monaco pada musim 2016/17.
Lamine menjadi pencetak gol paling muda di semifinal Champions League dengan dirinya berusia 17 tahun yang sebelumnya dipegang oleh Kylian Mbappe yang berusia 18 tahun.
Setelah 30 detik, Marcus Thuram memberikan gol cepat dalam sejarah Liga Champions di babak semifinal.
Skuad Inter pertama yang membuat dwigol di babak semifinal Liga Champions yakni Denzel Dumfries.
Sejak Valencia vs Barcelona pada Mei 2000, dia mencetak 4 gol sebelum babak pertama laga semifinal Barcelona melawan Inter.
Musim ini, Raphinha hampir mencetak lebih banyak gol daripada Cristiano Ronaldo (20 gol pada 2013/2014, 12 gol, 8 assist).
Pada pertandingan leg pertama Liga Champions Semifinal, Barcelona ditahan imbang dengan hasil akhir 3-3 oleh Inter Milan. Dalam pertandingan kandang ini, Barcelona mendapati kesulitan yang diberikan Inter Milan. Klub Hansi Flick sempat tertinggal dengan skor 2-0 ketika laga berjalan selama 21 menit. Namun, Lamine Yamal, Yann Sommer (Gol Bunuh Diri), dan Ferran Torres berhasil membuat skor penyeimbang bagi Barcelona vs Inter Milan.
Hansi Flick menganggap timnya gagal memulai pertandingan dengan baik. Saya pikir kami memulai dengan buruk. Kami kebobolan dua gol sebelum bangkit. Dia mengatakan kepada Diario AS bahwa babak kedua sangat luar biasa.
Ia yakin masih ada kesempatan untuk lolos. “Masih ada pertandingan kedua dan kami harus menang. Ini adalah final, sebelum final.” Flick menyatakan, “Mereka memiliki pengalaman yang luar biasa, dan mereka telah menunjukkannya. Mereka bermain dengan sangat baik dari bola mati, dan mereka memanfaatkannya.”
Badai Bola Mati di Emirates: Arsenal Tekuk Chelsea 10 Pemain, Asa Juara Makin Menggelegak Moveon88 – Arsenal memenangi lagi-lagi…
Tegas Melawan Rasisme: Benfica Skors Lima Suporter Usai Insiden Vinicius Junior, Laga Sempat Terhenti 10 Menit dan Madrid Melaju …
Penalti Samardzic Sahkan Kebangkitan Atalanta, Singkirkan Dortmund 4-1 dan Lolos ke 16 Besar Moveon88 – Atalanta menulis salah satu…
Tancap Gas ke Eropa: Newcastle Perkasa ke 16 Besar Liga Champions dengan Agregat 9-3 Moveon88 – Newcastle United mengukuhkan…