Moveon88 – Sebelum satu pun bola ditendang di Piala Dunia FIFA 2026, Argentina sudah mencatat sejarah. Negara dengan jersey bergaris biru-putih itu telah resmi mengunci tempat mereka di turnamen akbar yang akan berlangsung musim panas ini — dan mereka melakukannya lebih cepat dari siapa pun di Amerika Selatan. Bukan dengan memenangkan pertandingan secara langsung, melainkan lewat sebuah hasil yang datang dari stadion lain: Bolivia dan Uruguay bermain imbang 0-0 pada 25 Maret, dan dalam sekejap, matematika kualifikasi berpihak pada tim asuhan pelatih nasional Argentina. Jatah enam tiket otomatis zona CONMEBOL sudah aman di tangan mereka. Lionel Messi dan kawan-kawan tidak perlu lagi menunggu.
Ini bukan sekadar statistik kualifikasi. Ini adalah penegasan bahwa Argentina, sang juara bertahan setelah mengangkat trofi Piala Dunia FIFA di Qatar pada 2022, adalah tim yang datang ke edisi 2026 bukan untuk berpartisipasi, melainkan untuk mendominasi. Piala Dunia FIFA 2026 sendiri bukan turnamen biasa — ia akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah kompetisi ini, dengan 48 tim dari seluruh penjuru bumi bertarung memperebutkan mahkota tertinggi sepak bola dunia. Sejauh ini, 42 dari 48 tempat tersebut sudah terisi. Enam slot terakhir masih menunggu kepastian melalui babak play-off antarbenua dan play-off kualifikasi Eropa yang akan segera bergulir.
Namun di antara gelombang berita kualifikasi dan drama play-off itu, perhatian dunia tetap tertuju pada satu nama: Lionel Messi. Pada usia yang sudah melampaui kebanyakan pesepak bola elite, kapten timnas Argentina itu masih berdiri di garis terdepan, mengenakan ban kapten, dan memimpin skuad yang dipenuhi talenta-talenta kelas dunia dari berbagai liga terbaik Eropa. Messi adalah alasan mengapa setiap laga Argentina menjadi tontonan yang tak ingin dilewatkan siapa pun — dan di Piala Dunia 2026, ia berambisi menulis babak terakhir yang paling agung dari karier sepak bola yang sudah melampaui batas-batas definisi kata “luar biasa”.
Menjelang turnamen, para timnas di seluruh dunia memasuki jendela pertandingan persahabatan internasional bulan Maret sebagai kesempatan terakhir untuk menyempurnakan formasi, menguji kombinasi pemain baru, dan membangun kepercayaan diri kolektif. Argentina tidak terkecuali. Tim Tango dijadwalkan memainkan dua laga uji coba dalam rangkaian window ini: menghadapi Mauritania pada 27 Maret, kemudian menyebrangi benua untuk bertemu Zambia pada 31 Maret. Dua pertandingan itu bukan sekadar formalitas pemanasan — di bawah arahan pelatih dan dengan kedalaman skuad yang mereka miliki, setiap menit di lapangan adalah data berharga untuk merancang strategi terbaik sebelum kompetisi sesungguhnya dimulai.
Skuad yang dipanggil untuk dua laga persahabatan ini mencerminkan kekuatan dan kedalaman Argentina yang sesungguhnya. Di bawah mistar gawang, Emiliano Martínez — pahlawan adu penalti di final Qatar 2022 — tetap menjadi tembok utama, didampingi oleh Gerónimo Rulli dan Juan Musso sebagai cadangan berpengalaman. Lini belakang menjadi wilayah dengan pilihan paling melimpah: Nahuel Molina, Gonzalo Montiel, Cristian Romero, Leonardo Balerdi, Marcos Senesi, Nicolás Otamendi, Nicolás Tagliafico, Gabriel Rojas, dan Marcos Acuña membentuk koloni bek dengan pengalaman bermain di liga-liga terkuat dunia.
Di lini tengah, nama-nama seperti Alexis Mac Allister, Enzo Fernández, dan Rodrigo De Paul sudah lama menjadi tulang punggung mesin permainan Argentina. Ketiganya memahami peran mereka dengan baik, dan kehadiran Leandro Paredes, Máximo Perrone, Valentín Barco, serta Exequiel Palacios memberikan variasi dan kedalaman rotasi yang dibutuhkan pelatih untuk menjaga kebugaran skuad sepanjang turnamen panjang. Sementara di lini serang, di samping nama besar Messi, Argentina memiliki Julián Álvarez yang terus berkembang menjadi striker kelas dunia, serta wajah-wajah segar seperti Nicolás Paz, Gianluca Prestianni, Giuliano Simeone, dan Thiago Almada yang siap merebut tempat dengan penampilan gemilang.
Piala Dunia FIFA 2026 dijadwalkan berlangsung di tiga negara tuan rumah sekaligus — Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko — sebuah format kolosal yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah turnamen ini. Dengan 48 tim, 104 pertandingan, dan ribuan pemain terbaik dunia berkumpul dalam satu panggung, edisi 2026 diprediksi akan menjadi festival sepak bola terbesar yang pernah disaksikan umat manusia. Dan di tengah gemuruh kemegahan itu, Argentina melangkah masuk bukan sebagai penonton — melainkan sebagai sang juara yang ingin membuktikan bahwa gelar mereka di Qatar bukan keberuntungan semata, melainkan cerminan dari kualitas yang tak lekang oleh waktu.
Bagi Messi, Piala Dunia 2026 kemungkinan besar adalah panggung terakhirnya dalam seragam timnas Argentina di level turnamen tertinggi dunia. Jika itu memang benar, maka ia dipastikan tidak akan membiarkan kesempatan itu berlalu begitu saja. Seluruh karier, seluruh pengorbanan, seluruh perjalanan panjang dari Rosario hingga puncak dunia — semuanya mengarah pada satu titik: mengangkat trofi itu untuk kedua kalinya, dan mengakhiri segala perdebatan tentang siapa pemain terbesar yang pernah menginjakkan kaki di atas lapangan sepak bola.
Coventry Makin Tak Terbendung, Para Pesaing Terpeleset di Saat Krusial Moveon88 – Impian Coventry City untuk kembali merasakan panggung…
Messi dan Argentina Bersiap Pertahankan Mahkota Dunia: Sang Juara Bertahan Melangkah Pertama ke Piala Dunia 2026 Moveon88 – Sebelum…
Roket Hamano Membekukan Sydney: Jepang Meraih Mahkota Asia Ketiga Kalinya di Depan 74 Ribu Pasang Mata Moveon88 – Tembakan…
FIFA Beri Sanksi Asosiasi Sepak Bola Israel atas Diskriminasi, tapi Bebaskan Klub-Klub Pemukiman dari Tuntutan Palestina Moveon88 – FIFA…