Gol Telat Ito Mempermalukan Skotlandia di Kandang Sendiri, Jepang Menang Tipis 1-0 di Hampden Park
Moveon88 – Hampden Park seharusnya menjadi panggung perayaan. Baru beberapa bulan setelah Tartan Army mengakhiri penantian panjang 28 tahun untuk kembali ke Piala Dunia, stadion kebanggaan Skotlandia itu kembali menjadi tuan rumah laga internasional pertama tim nasional sejak momen bersejarah November lalu. Namun alih-alih kehangatan dan gegap gempita yang diharapkan, Sabtu malam itu justru berakhir dengan kekalahan pahit. Gol tunggal Junya Ito menjelang akhir pertandingan membawa Jepang pulang dengan kemenangan 1-0, meninggalkan para pendukung tuan rumah dengan rasa frustrasi yang sulit disembunyikan.
Kontras suasana antara malam ini dengan euforia November lalu begitu terasa. Ketika Skotlandia menumbangkan Denmark 4-2 dalam laga yang mendebarkan untuk mengunci tiket ke Amerika Utara, Hampden Park meledak dalam kegembiraan yang selama hampir tiga dekade dinantikan. Kali ini, ketenangan yang justru mendominasi — dan ketenangan itulah yang sebagian besar berkontribusi pada jalannya pertandingan yang lesu, kurang bergairah, dan jauh dari harapan publik tuan rumah.
Skotlandia memulai dengan cukup menjanjikan. Dalam 10 menit pertama, Scott McTominay — gelandang Napoli yang kini menjadi salah satu pemain paling penting di skuad Steve Clarke — memiliki peluang terbaik untuk membuka keunggulan. Namun upaya McTominay itu gagal menembus gawang karena dihalau dengan penyelamatan gemilang oleh Zion Suzuki, kiper Jepang yang tampil penuh keyakinan sepanjang malam. Setelah ancaman awal itu padam, Jepang perlahan-lahan mulai mengambil alih kendali permainan. Bukan dengan cara yang spektakuler, tetapi dengan sabar dan sistematis — ciri khas tim Samurai Blue yang kini semakin matang di panggung internasional.
Kehadiran Jepang di Hampden malam itu sebenarnya bukan dalam komposisi terkuat mereka. Pelatih Jepang memilih untuk mengistirahatkan sejumlah pemain kunci, termasuk Ito sendiri, sebagai bagian dari manajemen beban jelang laga bergengsi melawan Inggris di Wembley pada hari Selasa. Keputusan itu mencerminkan kepercayaan diri Jepang sekaligus kedalaman skuad mereka — bahwa bahkan tanpa line-up penuh, mereka masih mampu bersaing dan, pada akhirnya, menang.
Performa Jepang dalam serangkaian laga persahabatan belakangan ini memang layak mendapat sorotan tersendiri. Sejak mengunci kualifikasi Piala Dunia setahun lalu, tim asal Asia Timur ini tampil dengan konsistensi yang mengesankan. Puncaknya adalah kemenangan bersejarah atas Brasil pada Oktober lalu — sebuah hasil yang mengejutkan dunia sepak bola. Dalam laga itu pun, Ito menjadi penentu dengan mencetak satu-satunya gol enam menit sebelum peluit panjang berbunyi. Dan pada malam yang sama di Glasgow, skenario serupa kembali terulang.
Babak pertama berlalu tanpa gol, dengan Jepang semakin mendominasi tanpa mampu menembus pertahanan tuan rumah secara efektif. Angus Gunn, kiper Nottingham Forest yang memperebutkan tempat utama di bawah mistar dengan Craig Gordon — penjaga gawang berusia 43 tahun yang masih mempertahankan tempatnya di skuad nasional — tampil cukup solid di paruh pertama. Namun babak kedua membawa cerita yang berbeda.
Tepat setelah menit ke-60, Ito — yang turun sebagai pemain pengganti — berlari bebas mengancam gawang Skotlandia. Gunn keluar dengan sigap dan berhasil melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan peluang emas itu. Sesaat, Skotlandia tampak selamat. Namun penyelamatan itu ternyata hanya menunda nasib buruk, bukan menghindarkannya.
Gol kemenangan Jepang akhirnya datang melalui situasi yang akan lama dikenang — sayangnya, bukan karena keindahannya, melainkan karena sifatnya yang memalukan bagi tuan rumah. Ito melepaskan tendangan yang, secara teknis, tidak terlalu keras dan tidak terlalu sulit untuk diantisipasi. Namun Gunn terlalu cepat menjatuhkan diri, kehilangan posisi yang tepat, dan membiarkan bola menggelinding masuk ke dalam gawangnya. Kesalahan individu yang mahal — justru dari pemain yang seharusnya memperkuat klaim posisinya malam itu.
Kesalahan Gunn itu tidak hanya menyerahkan tiga poin kepada Jepang, tetapi juga mempertebal pertanyaan soal siapa yang seharusnya menjadi kiper nomor satu Skotlandia di Piala Dunia mendatang. Steve Clarke kini menghadapi dilema nyata: apakah ia akan memilih Gunn yang lebih muda namun dibayangi kekeliruan fatal malam itu, ataukah Gordon yang meski telah berusia 43 tahun, masih menunjukkan ketangguhan dan pengalaman yang tak ternilai? Keputusan itu semakin terasa mendesak, mengingat Skotlandia dijadwalkan menghadapi Haiti pada 14 Juni dalam laga pembuka Piala Dunia mereka.
Kekalahan malam ini juga memperpanjang rekor suram yang sudah berlangsung satu dekade: Skotlandia belum pernah sekalipun memenangkan pertandingan persahabatan kandang dalam 10 tahun terakhir. Rekor itu kini terus menempel seperti bayangan yang tak mau pergi, dan akan menjadi bahan evaluasi serius bagi Clarke dan staf pelatihnya. Ketika sebuah tim bersiap menghadapi Piala Dunia, performa dalam laga uji coba kandang bukan sekadar statistik — ia adalah cerminan kepercayaan diri dan kesiapan kolektif.
Bagi Jepang, kemenangan ini adalah satu lagi bukti bahwa mereka bukan hanya kontestan rutin di pentas dunia, melainkan kekuatan yang nyata. Mampu menang bahkan saat tidak bermain dengan kekuatan penuh, di stadion bersejarah di negeri orang, adalah tanda kedewasaan sepak bola yang tidak bisa diremehkan. Perhatian mereka kini beralih ke Wembley, tempat mereka akan menghadapi Inggris — ujian sesungguhnya yang akan semakin menjelaskan sejauh mana tim ini telah berkembang.
Sementara itu, perjalanan Skotlandia menuju Piala Dunia masih menyisakan beberapa babak yang harus dilalui. Hari Selasa ini, Tartan Army akan meninggalkan Glasgow dan bergerak ke Stadion Hill Dickinson Everton untuk menghadapi Pantai Gading dalam laga uji coba berikutnya — lawan yang tentu tidak akan memberi kesempatan untuk bernapas lebih mudah. Sebelum menyeberangi Atlantik, mereka juga masih punya satu pertandingan kandang terakhir di Hampden melawan Curaçao pada bulan Juni, yang mungkin akan menjadi momen terakhir untuk memantapkan komposisi dan kepercayaan diri sebelum pesta sepak bola akbar dimulai.
Dari sorak sorai November yang memecah langit Glasgow hingga sunyi yang menyelimuti Hampden malam ini, Skotlandia tengah menapaki jalan yang panjang menuju Amerika Utara. Laga demi laga, kemenangan maupun kekalahan, semuanya adalah bagian dari persiapan. Namun yang pasti, malam ini meninggalkan pekerjaan rumah yang tidak sedikit bagi Clarke — dan waktu untuk menyelesaikannya semakin berkurang.
-
01 Apr 2026Menit-Menit Terakhir yang Mengubah Segalanya: Gyokeres Selamatkan Swedia dan Kirimkan Mereka ke Piala Dunia
-
31 Mar 2026Gol Telat Ito Mempermalukan Skotlandia di Kandang Sendiri, Jepang Menang Tipis 1-0 di Hampden Park
-
25 Mar 2026Legenda Atletico Melangkah ke Dunia Baru: Antoine Griezmann Pilih Orlando City untuk Bab Terakhir Kariernya
-
23 Mar 2026Giroud Patahkan Mimpi Marseille di Ujung Laga, Lille Curi Tiga Poin dari Kandang Sang Tuan Rumah
-
23 Mar 2026Nico O’Reilly Menghancurkan Arsenal, Manchester City Rengkuh Gelar Carabao Cup Kesembilan
-
22 Mar 2026Coventry Makin Tak Terbendung, Para Pesaing Terpeleset di Saat Krusial
-
21 Mar 2026Messi dan Argentina Bersiap Pertahankan Mahkota Dunia: Sang Juara Bertahan Melangkah Pertama ke Piala Dunia 2026
-
21 Mar 2026Roket Hamano Membekukan Sydney: Jepang Meraih Mahkota Asia Ketiga Kalinya di Depan 74 Ribu Pasang Mata
-
20 Mar 2026FIFA Beri Sanksi Asosiasi Sepak Bola Israel atas Diskriminasi, tapi Bebaskan Klub-Klub Pemukiman dari Tuntutan Palestina
-
20 Mar 2026Bayang-Bayang Ketidakpastian: Carrick Tak Bisa Janjikan De Ligt Bermain Lagi Musim Ini
-
13 Mar 2026Benfica Berang: Dua Hukuman untuk Mourinho Usai O Clássico, Klub Menyebut Vonis “Tidak Adil dan Tidak Beralasan”
-
13 Mar 2026Saatnya Menebus : Slot Incar Dua Trofi, Liverpool Bentangkan Misi Penyelamatan Musim Saat Jamu Spurs di Anfield
-
13 Mar 2026Reece James Kunci Masa Depan di Stamford Bridge hingga 2032: Kapten Akademi Teguhkan Era Baru Chelsea
-
10 Mar 2026Napoli Tetap Perkasa di Kandang: Tundukkan Torino 2-1, Dekatkan Diri ke Milan dan Jaga Rekor Tak Terkalahkan
-
10 Mar 2026Valverde Menit 95 ! Real Madrid Selamat dari Kepungan Celta Vigo, Jaga Nafas Perburuan Gelar di Balaídos
-
10 Mar 2026PSG Tersandung di Parc des Princes: Monaco Menang 3-1, Balogun Bersinar, Alarm Menuju Duel Krusial Kontra Chelsea
-
10 Mar 2026Leganya Arne Slot : Liverpool Bangkit, Balas Dendam atas Wolves, dan Menjaga Asa Ganda di FA Cup dan Liga Champions
-
07 Mar 2026Dobel Pukulan Barcelona Jelang Hadapi Newcastle: Kounde dan Balde Tumbang, Lini Belakang Krisis di Momen Krusial
-
07 Mar 2026Saka Bawa Arsenal Melesat: Kemenangan Tipis di Amex Mantapkan Cengkeraman di Puncak
-
07 Mar 2026Tersandung di Etihad: City Ditahan Forest 2-2, Asa Juara Kian Menipis
Gol Telat Ito Mempermalukan Skotlandia di Kandang Sendiri, Jepang Menang Tipis 1-0 di Hampden Park Moveon88 – Hampden Park…
Legenda Atletico Melangkah ke Dunia Baru: Antoine Griezmann Pilih Orlando City untuk Bab Terakhir Kariernya Moveon88 – Antoine Griezmann…
Giroud Patahkan Mimpi Marseille di Ujung Laga, Lille Curi Tiga Poin dari Kandang Sang Tuan Rumah Moveon88 – Malam…
-
UEFA Nation League : Prancis Dan Portugal Sama-sama Berjuang Membalikkan Keadaan di Leg Kedua -
UEFA Nations League: Sempat Gagal Eksekusi Penalti, Ronaldo Tebus Kesalahan Dengan Cetak Gol Saat Portugal Kalahkan Denmark 5-2 -
Juventus Tunjuk Igor Tudor Menggantikan Thiago Motta Yang Belum Genap Satu Musim Sebagai Manajer -
Argentina Membungkam Brasil 4-1 Usai Dipastikan Lolos ke Piala Dunia 2026 -
Indonesia Kalahkan Bahrain 1-0, Ole Romeny Cetak Gol Bagi Indonesia Untuk Tetap Menatap Laju ke Piala Dunia 2026 -
Selain 3 Tim Tuan Rumah, Empat Tim Lainnya Sudah Dipastikan Lolos Piala Dunia 2026 -
Liga Primer : Amorim Memberi Isyarat Manchester United -
Erling Haaland Diprediksi Akan Absen Lama Usai Mengalami Cedera Saat Membantu Man City ke Semifinal Piala FA -
Liga Primer: Diogo Jota Memastikan Liverpool Kokoh di Puncak Klasemen Usai Golnya ke Gawang Everton -
Bundesliga : Bayer Leverkusen Pangkas Jarak Dengan Pemuncak Klasemen Usai Menang Tipis 1-0 Saat Bertandang ke Heidenheim -
Liga Primer: Chelsea Kalahkan Tottenham dan Naik ke Posisi 4 Berkat Gol Enzo Fernandez di Babak Kedua -
LaLiga : Madrid Kalah di Bernabeu, Barcelona Imbang 1-1 vs Betis, Selisih Menjadi 4 Poin -
Mengejutkan, Real Madrid Dibantai Arsenal 3-0 di Emirates Stadium pada Leg Pertama Babak Perempat Final Liga Campions -
Flick Memuji Penampilan Timnya Usai Unggul Telak 4-0 Atas Dortmund di Leg Pertama Perempatfinal Liga Champions -
Ronaldo Borong Dua Gol Untuk Kemenangan Comeback Al Nassr 2-1 Atas Al Riyadh -
La Liga : Gol Bunuh Diri Bek Leganes Memberi Kemenangan Kepada Barcelona Untuk Nyaman di Puncak Klasemen -
Liga Primer: Liverpool di Ambang Juara, Ipswich dan Wolves Berjuang Keluar Dari Zona Degradasi -
Drama Panas Liga Champions 2025 -
Serie A: McTominay Cetak Brace, Lukaku Satu Gol Saat Napoli Cukur Empoli 3-0 -
Diprediksi Akan Mengamuk, Madrid Malah Digulung Kembali di Bernabeu