Moveon88 – Antoine Griezmann akhirnya memilih jalan yang mengejutkan sekaligus puitis untuk mengakhiri babak terpanjang dalam kariernya. Penyerang berusia 35 tahun itu resmi akan meninggalkan Atletico Madrid dan bergabung dengan Orlando City di Major League Soccer (MLS) pada akhir musim ini. Pengumuman itu datang langsung dari kedua belah pihak secara bersamaan, mengonfirmasi apa yang sejatinya menjadi sebuah momen bersejarah—bukan hanya bagi Atletico, tetapi juga bagi sepak bola Amerika Utara yang kembali mendapatkan pemain bintang kelas dunia.
Griezmann telah menandatangani kontrak dua tahun bersama Orlando City, dan selama periode pengumuman itu, ia diizinkan oleh Atletico untuk terbang ke Florida guna menyelesaikan seluruh proses administrasi dan kesepakatan kontraknya. “Penyerang tersebut melakukan perjalanan ke Orlando, dengan izin klub, selama dua hari istirahat yang diberikan kepada tim utama, untuk menyelesaikan kontraknya dengan klub Florida tersebut,” demikian bunyi pernyataan resmi Atletico Madrid. Sebuah kepindahan yang terencana rapi, dilakukan dengan penuh rasa hormat antara pemain dan klub yang telah membesarkannya selama lebih dari satu dekade.
Bagi mereka yang mengikuti perjalanan Griezmann, keputusan ini tidaklah mengejutkan sepenuhnya. Ia memang sedang menuju penghujung karier aktifnya, dan MLS telah lama menjadi destinasi favorit para pemain Eropa berusia matang yang ingin terus bermain di level kompetitif namun dengan kualitas hidup yang berbeda. Yang membuat langkah Griezmann istimewa adalah konteks di baliknya—ia bukan sekadar pemain veteran biasa yang mencari pelabuhan terakhir. Ia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa Atletico Madrid, sebuah gelar yang melekat padanya setelah ia menggeser legenda Luis Aragonés dengan rekor 211 gol, melampaui torehan 173 gol sang maestro.
Angka-angka yang merangkum perjalanan Griezmann bersama Atletico berbicara sendiri. Ia bergabung pertama kali dengan Los Rojiblancos pada tahun 2014, datang dari Real Sociedad dengan status pemain yang menjanjikan namun belum benar-benar teruji di panggung besar. Di bawah asuhan Diego Simeone, ia tumbuh menjadi raksasa. Dalam 488 penampilan resmi untuk Atletico—angka yang mencerminkan kesetiaan dan konsistensi luar biasa—Griezmann menjadi salah satu pemain paling penting dalam sejarah klub ibu kota Spanyol itu. Puncak kolektifnya bersama Atletico datang pada tahun 2018 ketika ia turut mengantarkan klub memenangkan Liga Europa, satu-satunya trofi besar yang ia raih bersama tim asal Madrid ini selain sejumlah penghargaan individu.
Perjalanannya tidak selalu berjalan mulus. Pada tahun 2019, Griezmann memilih hengkang ke Barcelona dalam sebuah transfer yang menimbulkan kontroversi dan kepedihan di kalangan pendukung Atletico. Namun takdir, atau mungkin juga keberanian untuk mengakui kesalahan, membawanya kembali ke Wanda Metropolitano dua tahun kemudian—awalnya dalam status pinjaman sebelum akhirnya diresmikan sebagai pemain tetap. Kepulangannya disambut dengan kehangatan yang luar biasa, dan Griezmann membuktikan bahwa cinta sejatinya memang berada di Madrid, bukan di Catalonia.
Kini, di musim ke-10-nya bersama Atletico, Griezmann ingin mengakhiri cerita ini dengan cara terbaik yang mungkin. Ia secara terbuka menyatakan hasratnya untuk meraih satu trofi besar lagi sebelum benar-benar meninggalkan tanah Spanyol. Atletico sendiri sedang berada dalam posisi yang cukup menjanjikan untuk mewujudkan mimpi itu. Di Liga Champions, mereka akan menghadapi rival La Liga sekaligus rival abadi Spanyol, Barcelona, di babak perempat final bulan depan—sebuah laga yang dipastikan akan memantik gairah tersendiri bagi Griezmann yang pernah menjadi bagian dari kedua kubu. Sementara itu, di ajang domestik, Atletico akan menghadapi Real Sociedad—klub yang justru menjadi batu loncatan Griezmann menuju Madrid dulu—di final Copa del Rey pada 18 April mendatang di Sevilla. Dua kesempatan emas untuk mengukir akhir yang sempurna.
Di pentas internasional, Griezmann telah menyempurnakan legasinya jauh sebelum keputusan ini. Ia pensiun dari timnas Prancis pada tahun 2024 setelah membukukan 137 penampilan dan 44 gol untuk Les Bleus—menjadikannya salah satu pemain tersukses dalam sejarah sepak bola Prancis. Puncak pencapaiannya tentu saja adalah gelar juara Piala Dunia 2018 di Rusia, di mana Griezmann tampil sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dan meraih penghargaan Pemain Terbaik Turnamen. Ia adalah Griezmann yang paling bersinar, di panggung paling besar yang ada dalam sepak bola.
Musim ini pun ia masih menunjukkan bahwa usianya bukan hambatan. Dalam 43 penampilan bersama Atletico asuhan Simeone, Griezmann telah menyumbangkan 13 gol—produktivitas yang masih sangat terhormat untuk seorang pemain di usia 35 tahun. Atletico sendiri kini menempati posisi keempat di La Liga, namun dengan keunggulan 13 poin atas Real Betis di posisi kelima, tiket Liga Champions musim depan hampir bisa dipastikan sudah di tangan.
Di sisi lain, Orlando City menyambut Griezmann dengan penuh antusias. Pemilik klub, Mark Wilf, tidak menyembunyikan kegembiraannya. “Dia adalah salah satu pemain paling berbakat, berprestasi, dan berpengaruh di generasinya, dan keputusannya untuk memilih Orlando City mencerminkan misi dan budaya klub kami,” kata Wilf. “Fokus kami adalah secara konsisten membangun skuad berkualitas juara setiap tahun, dan menambahkan pemain kelas dunia seperti Antoine memperkuat komitmen itu dan keyakinan kami pada apa yang dapat dicapai klub.”
Griezmann akan menjadi tambahan terbaru dalam daftar panjang bintang Eropa yang memilih MLS sebagai panggung akhir karier mereka. Dua nama yang paling lekat dalam konteks ini adalah mantan rekan setimnya di Barcelona—Lionel Messi yang kini bersama Inter Miami, dan Luis Suarez yang juga pernah memperkuat Inter Miami sebelum pensiun. Kehadiran nama-nama besar ini secara perlahan mengubah persepsi global terhadap MLS, menjadikan liga Amerika Utara itu semakin relevan dan dilirik oleh penggemar di seluruh penjuru dunia.
Namun tantangan menanti Griezmann di Orlando. Klub berjuluk The Lions itu memang sudah berdiri sejak 2015, tetapi trofi Piala MLS masih menjadi mimpi yang belum terwujud. Lebih jauh lagi, awal musim 2026 yang seret—dengan empat kekalahan dari lima pertandingan pertama—menunjukkan bahwa Orlando masih jauh dari tim yang siap bersaing di puncak. Griezmann, dengan pengalaman dan kualitasnya, diharapkan menjadi katalis perubahan itu.
Rencananya, Griezmann akan bertolak ke Orlando pada bulan Juli, tepat setelah musim Atletico berakhir. Sebelum itu, ia masih punya beberapa pekan berharga untuk mencetak sejarah terakhirnya bersama tim yang paling dicintainya—dan mungkin, jika semuanya berjalan sesuai harapan, mengangkat satu trofi terakhir di bawah langit Madrid sebelum memeluk petualangan baru di bawah terik matahari Florida.
Legenda Atletico Melangkah ke Dunia Baru: Antoine Griezmann Pilih Orlando City untuk Bab Terakhir Kariernya Moveon88 – Antoine Griezmann…
Giroud Patahkan Mimpi Marseille di Ujung Laga, Lille Curi Tiga Poin dari Kandang Sang Tuan Rumah Moveon88 – Malam…
Nico O’Reilly Menghancurkan Arsenal, Manchester City Rengkuh Gelar Carabao Cup Kesembilan Moveon88 – Manchester City mengangkat trofi Piala Carabao…
Coventry Makin Tak Terbendung, Para Pesaing Terpeleset di Saat Krusial Moveon88 – Impian Coventry City untuk kembali merasakan panggung…